Skip to main content

Posts

Satu Titik Ujung Saja

  Sebuah tanda, menanda semua ... Bagaimana bisa? Tinju dapat dikepalkan sebagai penolakan, Umpatan dan segala sebut  Buatnya yang dirundung nasib  Sangat mudah ditambahkan  Bicara tidak selalu mudah  Saat durjana bibir berangan mampu tanpa menyulut taut dendam mendaratkan sebut... Matamu melihat pilihan terbaik buatmu tidak selalu pertama tamak lalu memilih yang terbesarnya nilai bilangan bagi pemula... Memandang sekali pada satu perubahan, haruskah menguliti dada kerempeng yang kedinginan dipinggir comberan  Kini semakin lirih salsa penabuh ruang yang meriangkan gadis -gadis dahulu, tetap dijadikan ritme lenggak-lenggoknya dengan tuntunan kekinian pemilik otot belia Adab dalam kesabaran mencoba semakin dirasakan yang ikut dalam bersamanya langkah berirama sambil memaksa dirinya sendiri punya kemampuan tersenyum merasakan tarikan otot-otot agar tetap memiliki elastisitas ; Sebuah kedatangan bukan sebagai pemaksaan  Sapaannya tiada lain sebagai sebuah ...

Dalam Satu Moyang

Wajah itu telah berbentuk  Bila melewatinya ada kepastian  Akan mudahnya tangan kita meraba  Namun itu bukan mukamu  Tiada ingat harus berapa kali memutar  Hingga dapat menemukan sebagai bentuk dari keaslian  Bagian yang utama untuk dicari kembali Berlainan ibu sudah menentu kemana laku menuju  Ketiadaan akan kesamaan bapa  luput untuk dapat menamai sebagai sekandung dalam iringan temunya kata hati  Hanya sekecil arah cara moyang memberi tanda sebagai pemudah  Seperti para pengiring yang pernah disertakan pada pilihannya hingga mampu menemukan bagian tersulit itu bagi mata orang kebanyakan =:

Pengait Hati

  Asal kau tahu saja  Bukan untuk memaksamu  Cukup lihat dan dengarkan  Dengan duduk atau tiduran  Engkau sangat berarti bagiku  Meskipun sedikit yang kutahu  Kendati terbatas dapat nelihatmu  Juga hanya sekelumit mendengar Bagaimana semua itu tentang kamu  Telah tumbuh dari sana  Pengait kecil dihati ini  Terhubung mengulir bentuk ingatan tentang keindahanmu  Janji pesona jiwamu mendekati  Membentuk arah lakunya kita berdua kan bersua dalam  Destiny...atau apa pun namanya  Bagi kita esok...

Bernama Keadaan

  "...jika perantauan itu telah memisahkan, untuk apa pula menyalahkannya..?" $@ma dengan situasi, saat orang sedang menemukan sebuah tulisan lalu membacanya, hingga mengeja maksud dan isi tulisan, kira-kira seperti keadaan itu. Sedapat mungkin ada yang berkeinginan tinggi, untuk sampai tahu apa sebenarnya isinya, sementara yang lain melihat bagaimana ia membaca, dan sisanya sebagian ada yang sekedar mengamati tempat membacanya dan mendengarkan keramaian lain yang baru didengarnya di sekitar tempat itu; bahkan yang tidak bisa menahan kantuk pun merasa tahu tentang apa yang dibacanya disana, bagaimana bisa semua dan masing -masing keadaan itu dijadikan sebuah bagian terpenting? Sedangkan yang sangat ingin diketahui sebebarnya adalah apa isi naskah yang dibacakannya, namun karena ia bersama sang pembuat, ia menerima saja semua jawaban yang sampai kepadanya, juga dengan senyuman pertanda terima kasih dan kelembutannya.

Putus Nyambung Sepasang Hati

Ketika sejumlah kepala  Sedang menyibukkan dirinya  Mencurahkan arah bincangnya  Dalam sebutan kebersamaan  Dalam nama kemungkinan  Terpisah dari semua  Keadaan itu  Ruang kecil punya sendiri  Cerita pemikiran terus berjalan  Mengenali jangkau dan jarak hitungan  Baginya telah melilih melanglang melewati kemungkinan, melewati pembicaraan sejumlah kepala di sana  Meskipun tiada diingini membuat semua yang baru bicara sampai pada kemungkinan akan terkencing-kencing bila harus mengikutinya .... Seolah tahu, seolah menjawab namun jauh dari semua arah , terkadang ada nyambungnya, selebihnya nihil.... Ia yang kembali terkulai, tidak mengungkap keputusasaan, sadar menilik jauhnya rentang, semua hanya membiarkan kembalinya raga kini tertidur dalam dirinya, apa adanya.... Seperti saat-saat berulan padanya peristiwa itu di sana, melewati apa yang dibukakan baginya untuk dilewati.... Lupa bila diantara tertidurnya ia sempat ingin bertanya, bag...

Merangkul Seluk Beluknya

  Bila menilik .... Kancah umum keinginan  Tanya dari mereka yang datang  Pada bagian yang mana  Semua cerita miliknya berawal Menjadi sebuah cerita cinta  Atau cerita propaganda.. Bahkan sebagai cinta buta  Seolah akan jadi... Mencengangkan dia sendiri  Juga siapa pun yang membawanya  Mengapa bisa menjadi sedemikian  Merasa jadi lebih lama  Walau hanya untuk mencari  Sepotong bagian saja darinya.... Bagaimana rancangan itu  Datang karena diminta  Mungkinkah ada  Dengan begitu saja  Menyulitkan bila tuangan waktu  Meneguk tanya akan terlewatnya  Sebuah puncak dan titik pertanda  Ukuran masa yang pernah diletakkan  Dihilangkan hingga dimunculkan  Oleh penglihatan seolah sebagai sebuah kenangan juga mimpinya kala tertidur di depan perapian menanti dirinya ketika itu.. Sebagai pemahamannya  Seolah setiap seluk beluk akan wilayah  Yang telah terlarang untuk orang datang  Dikena...

Sebelum Masaku

  Kepingan ingatan  Dinampakkan dalam  Sebuah peristiwa kecil  Diperdengarkan kembali  Kuterdiam sesaat  Walau sedikit terperanjat Telah adanya ia mendekat  Eratnya juga ia menjabat Tiada arti kata terlambat  Buatmu  yang telah dekat  Lama menjadi sahabat  Sebelum semua merapat  Cuma kamu hingga kini betapa jauhnya melihat  Semua jalinan tetap terawat