Suasana cerah datangnya pagi, Kubayangkan secerah wajahmu, Kelak setiap pagi kan kujumpa, Mengandai perkenalan kita indah, Ini bukan hanya untuk sekarang saja, Gegas khayalku menerawang lebih jauh, Asa menyatakan isinya hati, semakin sulit terbendung tatkala wajahmu selalu memenuhi setiap ruang gerak dan langkah kaki ini, Tiada pernah ada sisa untuk mengganti dengan segala rupa yang juga bermunculan, Akankan kubiarkan semua bayangan itu menghilang begitu saja,....? Syair lembut yang menjadi senandungmu mengisi setiap pagi yang setia mengawal langkah kecil terbangunya kita, terngiang berulang seolah terbuka rapi bagai kelupas tipis lapis demi lapis bulir bawang merah sebelum ia mewangikan yang tersaji; Keraguan dan debaran akan bayangan kenyataan, bila saja menjumpai tepukan sebelah tangan terasa memberatkan sebagian, menekankan pilihan untuk tetap berdiam tanpa mengatakan pun, seperti telah membuang kemungkinan dan mencampakkan rajut...
sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama Tidak kunjung sampai Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...