Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2021

Kosong

  Ya. Sudah nggak diragukan  Nggak ada apa apa 

nyali

Beringin berdaun  Berdiam ia  Tanpa kemana disebut angker  Ia tak segila pemabuk  Berwajah sangar  Namun nyalinya jelas tak berukur  Jika ia dianggap punya  Kenali ia  Takusah dianggap akan melesat  Laksana kuda semberani  Atau menghilang menyembunyikan  Rintihannya agar tak dirampas  Setiap tetesan yang  Yang keluar dari matanya  Bercak tebal param  Hingga lekuk cembung  Merupa kekuatan gunung itu Seakan  bekad guratan usang  Kenangan sebuah tangan  Yang disebut sang perkasanya....

BERAWAL DARI PERTEMUAN YANG GAK DISENGAJA BERAHIR JADI CIUMAN PERTAMA Al...

Kedalamanmu ...

Kedalamanmu ... : Sejujurnya... seperti yang pernah kukatakan kepadamu waktu itu Saat aku hanya bisa dan mampu mengagumimu Mulanya begitu... Selanjutnya... ba...

Aku Tidak Memilih!

ada yang dituangkan  ada yang urai lebar ada yang disimpan  ada yang digantungkan  tanpa batasan dapat dinginkan  wujud yang datang seakan bentuk  kiprah seraut wajah  punya jelita suara mengeja  sebagaimana adat ia dibesarkan  oleh setianya kaki - kaki langit  tidak pernah habis cara  menghitung pundi -pundi, emas dan ringgit  sebebas hatinya mengulang semua banyaknya kata -kata kelewat batas  lantas runtun berpulang bagai aking.... === ada yang dituangkan ada yang urai lebar ada yang disimpan ada yang digantungkan tanpa batasan dapat dinginkan wujud yang datang seakan bentuk ==== === terlalu naif... untuk memadatkan  hingga menjejal penuh  ruang imaginya mendamba  ketenangan yang jauh dari riuh  gemerisik semua riak penghambur  beban milik penghuni miliki hayatnya  tanpa raup setiap moncong -moncong pencari mangsa menyasar setiap sudut  yang baginya diluar pandangan setiap pengeja gelag...

Sekelumit

lembaran kecil diwajahmu mengikat kenangan yang menetes usapan itu hanya sedetik saja agar hilang cucuran yang membasah di kening sekanya tak butuh lama lekat wangi yang ditabur kenangan lama telah usang sedikit kisah ingin dinamainya seperti sekelumit dan yang sejenis ada dibagian baris penampang turut membanggakan keadaan

Bau Campuran...

Katanya jaman sudah berubah Kita juga tahu.... Ngomel dibalas ngomel Gerombolan kecil Menyuarakan kata Menjawab arah yang ditujukan kepadanya ada terusik tanpa mempan mendapat saran Bersahut timbang pada inginya... Berjalanya keadaan ia tak sendiri punya keinginan memasuki gerbang pengakuan Tanpa mampu berjauhan dengan mereka yang dibilang sekawanan Tanpa sepakat diperlukannya di atas kertas Setiap gerak dijadikannya Lukisan keindahan jati diri Yang coba dibentuknya dalam proses yang mereka bilang nggak bisa instant... banya yang harus dikombinasikan urainya mencoba membantu mengerti tentangnya... Yang kini tak lagi ingin dibilang masih bau kencur namun sudah campur dengan banyak kemajuan dan kemajemukan..

pijat gelombang

apa maumu ..... pasrah atau berserah memilih melayang bebas atau tertelungkup semau hati terlentang membebaskan bentang bersembunyilah ragamu sejauh tempuh kau bisa jika sering itu hanya suara dan juga belum dapat kau dengar kenalilah urat dan denyut nadimu bukan lagi jamahan dari luar yang menyapa asingkah bagimu... pertanda semu yang datang terruntuk bukan untuk yang lain kaukenali istilah keistimewaan ini bukan pilihan dimana pun kamu ada menjauhlah sejenak meyakinkan diri yang ragu bila enkau masih membutuhkan waktu untuk bisa menimbang rasa bahwa semua bukan rekayasa semata kehidupan diluar tubuhmu melukis hidup beda bunyi beda suara kemana jua kan datang bercara segera entah apa akan kau pilih agar mengerti setitik isi walau pinta setitik tinta tetap lengkap setelah usai kicau terhenti menyusul terbannng.