Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2022

Lawas Lebih dari Bekas

Tampak ia Menunduk dan memungut Buah kering yang jatuh Ini dia bilang berkelas Ini katanya bukan bekas Bakalan bisa bicara kualitas pasti kan tumbuh ke atas Kelak bila tiba saatnya Bisa jadi ia pengisi dan pemenuh Setiap bagian yang kosong dari semua ruas.... Ini jelas lawas dibanding yang terbaru Namun ini jangan kau sebut barang bekas.

Ruas Bersekat

Membran yang menutupi Keberadaanmu suatu petang Belum lagi dapat kukenali Untuk mengerti tepatnya letak Kemana bidik rasa hati mengarah Berjuang menyadari adanya perbedaan Antara ruas yang sebenarnya kau huni Sebatas untuk berlindung atau menutup diri Sekat sejarah dan aturan alaminya keras cadas Sebagai kuatnya benteng penjaga Tanpa pernah sedikit menunjukkan keramahan Diatas batu ini tempat badan berbaring Menepis datangnya kelenaan datangnya mimpi tengah malam Kuluncurkan setangkai bungai menuju ke langit Sebagai tanya padamu lewat rembulan Yang mengintip dari balik awan.... Kusaksikan barisan terendap disana menanti apa yang mereka tidak mengerti juga tanpa ada yang mengerti senyumanku pada mereka semua...... hingga tiba tak jauh dari peraduanmu yang terasa keharumannya.... adakah engkau sedikit waktu untuk berpaling sejenak saja meskipun dari balik jendela itu....?

Batu Berminyak

Sebenarnya saya sedikit malu  Ia maksa - maksa minta diantar ke sana  Tapi anehnya mengapa ia cuma nanya gitu  "Eyang itu batunya berminyak ya, dari mana dapatnya?" Beliau tentu saja kaget dan tamunya diamati sambil tersenyum ramah , menunda jawab  sambil melanjutkan mengunyah menu kesukaannya yang sore itu tidak direbus  Lalu beliau menyeka mulutnya usai menelan isinya dan seperti sudah akan menjawab. Beberapa potong yang ada di piring tua Manihot utilisima sudah menghilang dan berpindah tempat hingga tidak kelihatan lagi. "Berbagai situasi hati dari diri kita kadang mengubah nafsu kita Dik, maka tidak jarang selera mata akan minat,menu , sampai tempat kena pengaruh dan itu terhubung dengan mata kita." Sambil mengusap -usap tanganya Beliau tetap bicara beberapa hal.... penting. "Loh... kok batu Eyang berubah lagi sepertinya?" "Ya... itu dia! Semua sebenarnya suasana batinmu, belum kalau kamu minta dipijat... jangan berpikir berlebihan... nyamankan ha...

Cuma Bertanya

Menoleh ke mana ia  Setelah ke kiri dan ke kanan  Perlente masih ditambah elegante  "Potensial pelanggan " terbisik dalam  Benaknya yang sesegera menghampirinya  Ada yang bisa saya bantu, Pak? "Lagi cari yang bisa saya naiki "

SpaHany

Terik tengah hari Menyengat kulit Kulit itu berkeringat Ia menjadi basah Seluruh permukaan Lalau semakin berkilau Tidak ada  yang menamainya glowing Lain kulit lain cerita Yang ini tanpa berubah Karena ketebalannya Juga karena kerasnya.... Dibuat sebuah tanda dengan pahatan dalam Bukan nama sang pemilik Batang dan seluruhnya Kulit yang terluar bercampur dibawa para peramu tidak layak dipersalahkan oleh hasil pertemuan buah-buah yang dihadang kedatangannya meneteskan gelembung-gelembung cerita dongeng meninabobokkan tenggelamkan mimpi bukit kapur yang telah lama ditinggalkannya membayang ditengah nyenyaknya tidur ditemani semilir angin dibawah gemerisik daun-daun bambu...... 

Masa Percobaan

Meniti karir tanpa kenal waktu Menggapai impian siang malam Katanya begitu tekat harus dijalani Tidak hanya melulu dibayangkan saja Nekat kusimpul arahannya sementah usia Meskipun benar orang bilang tentang kenyataan Tidak selalu semanis yang telah dibayangkan Bahkan yang sudah sangat lama digambarkan Kesibukan bagai dibawah tekanan saat itu Terkadang sangat melelahkan dan ingin berlari Mengandaikan kebebasan dapat diraih kembali Beberapa kali kealphaan harus diterima Dalam lunglai membiarkan berbaring memulihkan kekuatan dan memasuki kembali masa yang menantang hingga melewati masa percobaan minggu demi minggu yang tidak diramahi oleh setiap wajah senior teruta  mereka yang tidak suka memberi keramahan pada para pendatang baru yang sering dibilang lambat dan sejenisnya.... Hanya jelita itu yang kurasa berbicara dengan hatinya Yang membuat untuk semangat masih membara Meneruskan mendatangi tempat kerja yang penuh tanda tanya itu untuk dikatakan sebagai pilihan terbaik bila saja mas...

Sejak Kapan Ya ....

Seandainya engkau dan aku  Tahu pastinya  Kita tidak akan bertanya-tanya  Karena pertemuan kita  Untuk menuju kesana sebagai  Pilihan terbaik kita buat kemudian  Setelah berjalannya jalinan yang unik Maka tidak menjadi mudah  Untuk nengatakan ketepatanya  Namun aku tidak akan sampai mengatakan  Bahwasanya kita telah membuat  Sebuah pilihan yang salah  Bara asmara itu mematangkan  Juga dimatangkan oleh saling pengertian  Pemaafan hingga pelukan apa pun adanya Kita untuk bersama bukan lilitan Yang  membingungkan apalagi  Memabukkan.... hingga terkapar  Semakin tak berdaya ditimbun oleh  Kebingungan dan keraguan tanpa  Nenemukan sebuah kepastian....

Iritasi

Sekuat kuatnya permukaan  Perlu pelindung bila ia dibutuhkan  Agar permukaan yang bagus itu terjaga  Andai kulit dan mata bisa menjadi iritasi  Yang keras pun dapat kasar hingga berlubang  Melindungi atau menjaga kondisi terbaik  Darinya menjadi sebuah keniscayaan karena tidak selalu hal demikian dimiliki otomatis  Dorongan, benturan bahkan hisapan semua bagian yang berakibat serupa gesekan. Apa yang dimiliki  Yang  menjadi roda penggerak  Putaran gigi - gerigi adalah bagian kekuatan  Yang mungkin saja berubah cengkeram  Dengan berjalanya waktu tempuh Membuat bertanyanya menjadi mengapa..... Sambil seringai wajahnya  Terlukis dibayangan tas barunya  Membikin  cemburu pengagum yang terlambat sua dengannya...