Skip to main content

Ruas Bersekat

Membran yang menutupi

Keberadaanmu suatu petang

Belum lagi dapat kukenali

Untuk mengerti tepatnya letak

Kemana bidik rasa hati mengarah

Berjuang menyadari adanya perbedaan

Antara ruas yang sebenarnya kau huni

Sebatas untuk berlindung atau menutup diri

Sekat sejarah dan aturan alaminya keras cadas

Sebagai kuatnya benteng penjaga

Tanpa pernah sedikit menunjukkan keramahan

Diatas batu ini tempat badan berbaring

Menepis datangnya kelenaan datangnya mimpi tengah malam

Kuluncurkan setangkai bungai menuju ke langit

Sebagai tanya padamu lewat rembulan

Yang mengintip dari balik awan....

Kusaksikan barisan terendap disana

menanti apa yang mereka tidak mengerti

juga tanpa ada yang mengerti senyumanku

pada mereka semua......

hingga tiba tak jauh dari

peraduanmu yang terasa keharumannya....

adakah engkau

sedikit waktu untuk berpaling

sejenak saja

meskipun dari balik jendela itu....?



Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja