Skip to main content

Posts

Showing posts with the label diam

Pengurasan

Memandang apa di sana Ia letakkan Telah dan bagai tanpa henti Segala cara dipilih Seakan sia-sia Tanpa guna Sudah umum Bagi mereka yang melihat dipandang tanpa guna Menghambur isi tenaga Juga kekuatan miliknya Tanpa tujuan dan arti berbekas Omong sudah tak berarti lagi... tampaknya... Memandang semua kenampakan lambaian Dengan rendah mata sebagai tempat dipilih Kering dan kematian bunga-bunga ilalang Ditempatkan selaksa yang dipertuan... Semua bukan keniscayaan untuk diikuti Apalagi dipercaya.......

Seringai Senja

Membuai cerita pujangga datang saat senja beranjak Melabuhkan hatinya pada sandaran itu Impian pernah dilukisnya dalam diam dan senyap segulita malam tanpa penerang Seekor induk laba-laba menanti Hanya terdiam diujung benang Lilit panjang memutar jaring Dibuatnya lama dalam putaran Untuknya bersarang dan meminang kudapan yang sesekali datang untuknya memberi rasa kenyang Tak kueja keluhnya dalam penantian Kecuali nyanyian sayap-sayap kecil Yang datang mendekati persinggahannya Tak pula kulihat geraknya karenanya Karena ia lebih mengerti jangkauannya Untuk membiarkannya berlalu lalang Disekitarnya atau merapat hingga merekat Dan menjadi bagian dari menunya Berkisah induk lain Yang memasuki istana manusia Memilih membuat sarang-sarang Dikealphaan pandang penghuninya Sengat getaran tinggi berpercik api Terkadang mendahului memangsa miliknya Manusia berebut dengan caranya sendiri Asap dan semburan embun beracun pun menjatuhkan jatah makannya sebelum saya...