Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2023

Nol Persepsi

Akar masalah sering disebut katanya terlalu banyak manisnya, namun akankah ini menyurutkan tekat. Manisnya ini milik yang ada begitu saja seperti lahir bersama kulit bertahilalat,  seperti apalagi uang harus dibuang demi penyempurnaan yang cuma ngikutan maunya orang bilang, padahal mereka tidak punya yang semanis itu. rasanya yang punya omongan seperti itu asal bunyi semaunya bertambah dan terus bertambah tanpa pandang tempat tidak mikir dilaporkan atau tidak pokoknya mindful, kelihatan seolah sudah ikut trendy.  Untunglah ini tempat yang masih sepi dan dapat dikata terpencil , Jumat minggu pertama saat tetua nan bijak menyaksikan cerutu tersaji langsung meminta pemantik menyirat pernyataan bahwa lokalisasi memang benar adanya diperlukan dan telah sesuai untuk dibuat untuk hal -hal kecil demikian bisa karena kalau semakin bertumpuk akan membikin resah (complicated ) dan membingungkan bahkan tidak mendidik. Tiada kurang pernyataan tersebut juga terus dilengkapi dengan bloc...

Semua Bukan Tentangmu

Kamu adalah orang hebat  Apakah saat ini dirimu merasa belum merdeka  Untuk menerima anggapan demikian.... Dulu  Kamu cuma dianggap hebat Dianggap oleh sebagian orang Yang mulai mengenalmu.... Dulu Rasanya itu sama saja seperti dianggap sebagai orang hebat oleh sebagian dari mereka Sekarang  Kata orang juga masih ada yang bilang sama Tentang kehebatan yang dimaksud buatmu Kini sudah pantaskah untuk merasa demikian Atau  Memang sudah betul  Akan kehebatan mereka itu Selalu saja begitu dan terus bernilai semu Siapa bilang Harusnya , begitu... kata yang merasa tahu Kamu harus sama dengannya  Demikian aku pun harus menyamakan  Itu baru kata dia  kita disebut merdeka  Berujung kembali kerang -kerang datang  Berumah kecilnya bagian kemerdekaan diri  Tanpa pernah ingin membiarkan  Huniannya lepas atau sejenak terpisah  Orang-orang disana telah lama  Mencari cintanya dengan bebas  Tiada ingin menyebut sekedar ikut...

Lewati Masa Sendiri

  Begitu yang terjadi  Tentangmu ... Duhai kekasih hati yang ada  Sebagai kenyataan yang telah berlalu  Walau mengenalmu bukan dalam buku sejarah yang telah usang  Namun masih terbuka benang -benang halus buat merenda kasih... Mungkinkah untuk kita lalui lagi... Tiada hasrat hati terdalam menempatkanmu untuk jadi yang kesekian bagi muara hati... Tidak pula terbersit keinginan buat menempatkan perjumpaan denganmu tanpa terisi sedikit makna ... Apalagi menganggap dirimu yang istimewa hanya semacam alternative belaka... Namun dibalik itu semua sebenarnya lebih memandang diri sendiri yang sangat kecil untuk dapat mengatakan kepantasan apa yang layak kuberi bila dapat bersanding atau setidaknya dekat dengan dirimu.... Engkau telah terlalu tinggi untuk bagiku dapat hanya sekedar mendekat apalagi mengenali setelah semakin tinggi dan dikenali bahkan oleh mereka yang penuh prestasi tinggi, berambisi dan semenarik bidadari serta bersedia apa saja buat dirimu... membayangk...

Non Embel Embel

Vintage yang ia sebut -sebut  Senyatanya jadi pilihannya  Kucuma mengalir sebagaimana ia  Cara seksi molek dan vulgar sesuka ia  Kumengerti s3dikit arah tentang bagian point lain yang dimau.. Ia tidak nyata nyata pada model ... Atau konstruksi yang disinggung dalam candaannya... Bila diri ini akan direkatkan pada penimbang unik itu, mengapa tiada ajak berulang untuk dapat kesana ... Bukankah kukenali ia sebagaimana ia, tanpa prasarat apalagi dengan keharusan banyak embel -embel didepan atau dibelakang nama, ... Setahuku ia nyelonong begitu saja, mengatakan bagaimana katanya diri ini suka berbagai hal tentangnya, entah dengan berbagai kelebihan yang mungkin saja berlipat-lipat... Ya.... begitulah dia gambarkan katanya seolah wajar ember diisi air dan semacamnya tanpa mau dikecam seperti kecambah  yang baru tumbuh...

Mau Ngomong

Untukmu  Dimana saja  Yang pernah punya  Niatan mau mencoba  Jadi urung di tengah langkah Walau hanya untuk satu kata saja  Buatmu  Di tempatmu  Jadi penanti jemu  Mengeja ketidakpastian  Pengumpul bentuk keberanian  Namun tiada jua dapat didengar  Apa maunya kecuali... Anu ya... gini ya dan kesana-sini  Tiada tahu jelasnya arah bicara... Padanya  Di tempatnya  Hanya dengar tentangnya  Bisa ketawa tanpa keringat  Semudah itu apa sulitnya... Kasih tanda tanya  Ngomong tinggal ngomong ... Kasih tanda cinta, biar seru.....

Mereka Memilih untuk Menolak Bukan dengan Sebuah Alasan Masuk Akal

Apabila anda sudah tiba  Saya ucapkan selamat datang  Maka alasan saya mengatakan itu  Anda pikir sebagai sebuah alasan jelas  Berhubungan dan juga masuk akal  Namun kita tidak perlu berlebihan  Lalu berlanjut mengomentari  sebuah tulisan hingga menyalahkan apa yang terpampang di tempat perbelanjaan dan tempat rekreasi yang mempunyai tulisan besar di pintu masuknya dengan bunyi "Selamat Datang"; padahal tempat itu sudah tidak ada pemgunjung lagi. Ini sebagai pembuka untuk melihat mereka dan pilihan yang dimaksud oleh komedian yang ingin menghibur dengan kisah karangan belaka, merespon maraknya unjuk kecanggihan teknologi terkini dalam berbagai lini dan menguntungkan siapa lagi kalau bukan yang untung. Begini cerita singkatnya ; Itu menjadi kajian istimewa hingga dengan suka rela semua wanita tulen ikut berpartisipasi mau ikut memberikan pendapat setelah mendengar saking canggihnya hingga dalam waktu sangat cepat sudah kelar apa yang harus dikerjakan. N...