Skip to main content

Nol Persepsi

Akar masalah sering disebut katanya terlalu banyak manisnya, namun akankah ini menyurutkan tekat. Manisnya ini milik yang ada begitu saja seperti lahir bersama kulit bertahilalat,  seperti apalagi uang harus dibuang demi penyempurnaan yang cuma ngikutan maunya orang bilang, padahal mereka tidak punya yang semanis itu. rasanya yang punya omongan seperti itu asal bunyi semaunya bertambah dan terus bertambah tanpa pandang tempat tidak mikir dilaporkan atau tidak pokoknya mindful, kelihatan seolah sudah ikut trendy. 

Untunglah ini tempat yang masih sepi dan dapat dikata terpencil , Jumat minggu pertama saat tetua nan bijak menyaksikan cerutu tersaji langsung meminta pemantik menyirat pernyataan bahwa lokalisasi memang benar adanya diperlukan dan telah sesuai untuk dibuat untuk hal -hal kecil demikian bisa karena kalau semakin bertumpuk akan membikin resah (complicated ) dan membingungkan bahkan tidak mendidik.

Tiada kurang pernyataan tersebut juga terus dilengkapi dengan block numbering relawan dan juru penerang yang nyata nyata menambah penyempurnaan. "Sambung renteng "  keterangan secara tertulis melengkapi isyarat sebelumnya, bahwa semua kaum terdidik tiada batas waktu  dianggap penting menyuarakan pada siapa saja yang melanggar aturan, baik dengan cara yang terbuka atau terbatas. 

 Datang ditempat baru, dengan kesimpangsiuran dan informasi yang tidak sesuai dengan antara kenyataan dengan kondisi terakhir atas tempat juga layanan yang ada sudah dipastikan sulit untuk menghindarkan kesalahan persepsi di masyarakat, lalu denganmu yang baru dikenal dan penuh misteri...

Akankah hanya terimakasih lalu goodbye begitu saja, tanpa ada minat lagi untuk melanjutkan sedikit cakap -canal,  yang lebih berarti.....

ADVERTISEMENT SCRAD

Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja