Disela nafas aku dan kamu berjarak dalam ruang waktu tak mampu kuurai dalam kata ada yang terasa sangat berat untuk kau sebut bukan benci untuk menjadi alasan ia yang berada dekat tetap jua memberi tanya menghimpit desah lagu jiwa menggeleng mungkin mengangguk bulir jawab menetes waktu itu bulu halus dimata tak lagi membendung beningnya membasahi halus pipi yang mengerti sebening itu cintnya dipanggung kenangan megah tanpa pernah diduga.