Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2021

Arah atau Dampak Buntutnya

Yang jelas aja  Bro  Kalau kau tau  Mau kemana  tujuan  Yang bener  Bro  Emang itu  Yang penting capek  Ah yang pasti Bro  Emang udah bisa  Kalo capek pasti nyampek  Tunggu apa lagi  Bro  Ngomongin arah  Udah pasti langsung tahu  Udah gitu  Bro  Dampak ada yang  Kadang nggak kehitung  ....

Untuk Cinta

Untuk cinta yang diberikannya Untuk temannya yang terlihat dan yang tidak  Untuk saudara kecil dan tertuanya  Dengan senyum ia menambahkan  Teman-teman kecil hingga sekarang... Juga orang tua asli dan para orang tua Yang menganggapnya seperti anak sendiri... Ia ingin mempersembahkan penampilan  ...... Yang lain masih saja  Bertanya bermacam - macam  Juga dengan gembira Tetap dijawabnya  Sayang karena waktunya dibatasi  Ia akhirnya tak sempat tampil..... Kok bisa....? Yang penting ungkapan cintanya nyampe....

Perbekalan

Yakin atau nggak  Boleh dibilang orang  Keadaan itu membuat ia  Selalu membawa serta  Miskipun tangan harus menjinjing  Bawaannya tak terbilang  Dengan hitungan  Tas punggung hanya pemudah  Baginya dalam mendaki  Saat kering maupun basah  Kaki melangkah tangan menggandeng  Pengait juga pengaman jalan terjalnya  Kutahu ia tak sembarang membuka  Saat hujan mengguyur seluruh jalan  Ia tetap melangkah tanpa membuka  Hingga tiba pada pilihannya berhenti  Perbekalannya bukan hanya untuk dibawa  Tanpa untuk dinikmatinya.....

Siniskah Orang Itu?

Hemmmm  Mengangguk angguk  Wowww  Ia suka guys....! Plok... plak... plus.... plauk.... Telapak telapak saling bertemu  Menyambut rasa hati  Akan penerimaan sambutan  Meskipun mengenali... Akan rasa senangnya itu  Masih bersyarat.... Saggy. Washing.  biasa  Ia begitu  Tak pernah tahu  Keaslian Atlanta kutubnya  Punya cerita  Tempat kakinya diletak  Tanpa beku.. Atau kedinginan. Dibuat oleh tempat... Ia bukan kekasih Shinta  .

Mau - Maunya ...

Mengikis akan besarnya kewaspadaan  🙄tiada berlebihan, bila ia akan berucap  Demikian dengan perlahan  Usai menjalani sekian langkah  Tiada manfaat yang dipetiknya... "Mau-maunya, untuk apa pula jika tidak ada yang minat juga kasih untung ..." Yang baru kenal tiada tahu bagaimana gumamnya  sepelan apa dapat didengarkan...bahkan yang belum terucapkan  Yang baru kenal dan terlanjur sayang bahkan lebih sulit lagi mendengar apa adanya dia punya maksud. Melewati bulan dan tahun -tahun pilihan terbaik dipilihnya apa saja yang dia anggap digemari orang lain hingga ia mau lakukan ,dengan keuntungan menjanjikan~ anemia you  tetap bagian terbaik yang diberikan ; meskipun yang lama dibiarkan juga akan semakin baik melengkapi karya barunya. Ia akan tahu dirinya lebih utuh dan memunculkannya maksimal secara kompleks... tanpa harus merasa rugi ; karena semuanya yang dibuatnya tetap utuh pula... Ia mungkin berkomentar akan hal ini dengan zerupa, mau -maunya nengok k...

Dilirik Sejak Awal

Setelah mengajak pindah  Untuk duduk di beranda belakang  Kulihat ia memiliki pandangan yang sangat istimewa... Tentang pengikutnya yang telah diliriknya sejak awal... Akan kepekaan, kecepatan dan akurasi langkah yang diambil oleh ia yang baginya seperti selalu dipapah oleh sosok lain penuntunya dalam menuntaskan banyak perkara  yang diserahkan kepadanya. Mungkin ia pernah dalam situasi yang tidak beruntung dalam menempuh pendidikannya, mungkin ia dapat dikatakan terendah dalam tingkatan itu tapi banyak urusan saya telah coba ia bahkan menuntaskan dengan matang dan memuaskan jauh diatas mereka yang beruntung punya pangkat tinggi karena pendidikan. Sejak awal sudah dilihatnya keistimewaan yang dimilikinya tentu oleh pemimpinnya yang juga punya kepekaan ekstra. Ia menaruh rasa hormat akan tugasnya  terkadang melebihi kepada pemberi perintah. Banyak manfaat dapat dipetik ketika mendengarnya dalam kualitas hasil dan kecepatannya bahkan banyak ide segar yang disumbangkann...

Rileks

      Rileks : Walau sudah beberapa menit istirahat Badan masih terasa panas  usai mengitari beberapa kali  track sepanjang taman Luas taman yang men...

Di Luar Panggung

Kenangan kupetik Musim gugur yang memberi giur Hasrat dipenuhinya bersama Denganmu dalam satu bingkai... Namun Entah mengapa Ini terasa lebih seperti musim panas Sedikit rasa selayak nervous Sebelum menaiki tangga panggung Simphony tidak akan mundur kuyakini itu.... Perasaan ini biarlah mendahului mengatakan betapa berartinya engkau sebagai bintang Tempat aku menaruh harapan biarpun semunya keindahan menggelisahkan dalam mengatakan Damainya hati ini ketika melihat Senyum wajahmu menjawab suaraku yang belum sempat bersenandung....

Pelipur Hati 💔

Hati 💔 : Coretanmu memberi pesan Ceritamau mengisi hati Suaramu seering kunanti Meninabobokkan  lembut terdengar Terpikir kadang Seperti baby.... Mem...

Sembari Berkeliling

satu hari yang akan menjadi kenangan tanpa ada satu yang terlupa akan cerianya pagi punya cerita akan kenangan bersamamu  bukan yang ini yang terpenting engkau mencoba menghibur  menunjukkan apa yang sebaiknya diukur keletihan tampak dimana-mana wajah-wajah itu  tidak ada yang mampu apalagi ingin memunculkan dusta di bagian ... belahan lain semua hanya tertunduk ini bukan tentang  rasa malu jangan lagi menambah beban biarlah seluruh mukanya terbuka menghirup hangatnya mentari pagi berudara yang menghangat  juga dijadikan penyemangat laksana usai menyeberangi hamparan padang  mengamati luasnya setiap ketebalan rimbun membeban dahan yang bersimpuh pada asalnya..... juga bukan tentang rasa malu..... tidak diam langkah berlanjut dari titik ke titik adanya rongga persinggahan gerombolan memulai obrolan penyekat rasa lelah pada kurun jedanya tempuh yang cuma dianggap jarak terdekat hingga terjauh cerita telah lama diharap seandainya saja berkenan membuka keenggan...

Kidal Angkat Sama Kuat

ya udah terserah... pernah kubegitu awalnya seperti hampir menyerah tidak menjadi mudah apalagi ketika dianggap salah kusadari bukan bagian istimewa apalagi penghuni metropolitan cuma dari niatan kecil pun tanpa ada keinginan untuk menjatuhkan... siapa pun yang berpapasan  memungut pengertian akan tuduhan mungkinkah seringan  memungut puntung-puntung yang dijatuh tebarkan para pemabuk di jalanan  yang telah lengang dan mencekam saat kisah berlalu tengah malam.... itu salahkah kiri tangan turut memungut gambar yang terbuang sebelum menyumbat mahalnya aliran-aliran yang dibuat dengan mahal itu.... apa yang semestinya dapat kulakukan  haruskah menjadi wanita  mengobral murahan pandangan bagi setiap keliaran mata-mata yang mulai sayu itu????? gemetar tangan kanannya menggenggam sisa makanan yang ingin dijadikannya pengganjal tubuhnya yang kedinginan... tangan kirinya tetap mengais isi ceritanya yang tidak pula bisa dimengerti oleh para pengguna.... jalan yang berkas...