Skip to main content

Masa Percobaan

Meniti karir tanpa kenal waktu

Menggapai impian siang malam

Katanya begitu tekat harus dijalani

Tidak hanya melulu dibayangkan saja

Nekat kusimpul arahannya sementah usia

Meskipun benar orang bilang tentang kenyataan

Tidak selalu semanis yang telah dibayangkan

Bahkan yang sudah sangat lama digambarkan


Kesibukan bagai dibawah tekanan saat itu

Terkadang sangat melelahkan dan ingin berlari

Mengandaikan kebebasan dapat diraih kembali

Beberapa kali kealphaan harus diterima

Dalam lunglai membiarkan berbaring memulihkan

kekuatan dan memasuki kembali masa yang menantang

hingga melewati masa percobaan minggu demi minggu

yang tidak diramahi oleh setiap wajah senior teruta 

mereka yang tidak suka memberi keramahan pada

para pendatang baru yang sering dibilang lambat dan sejenisnya....

Hanya jelita itu yang kurasa berbicara dengan hatinya

Yang membuat untuk semangat masih membara

Meneruskan mendatangi tempat kerja yang penuh tanda tanya itu

untuk dikatakan sebagai pilihan terbaik bila saja

masih dihuni mental-mental munafik....

Tanpa terasa minggu demi minggu...

Bulan demi bulan berganti

tahun ke tahun telah berlalu melewati bulan suci yang kesekian kali

pertama kali ia membawakan bekal buatku pagi itu

mengajaknya mencoba bersama sebelum waktu sibuk....

Matanya seakan tak berkedik...

seperti menanti suara apa yang ingin sekali didengar

disela kunyahan yang lahap.....

dan tiba-tiba membalas senyum....

Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja