Skip to main content

Minta Pendapat Teman

Seorang teman sedang berbagi beberapa potong black forest yang katanya hasil buatannya semalam. Ajakanya untuk mencoba hasilnya rupanya selalu diiringi dengan obrolan kesana kemari, tentang apa saja karena bibirnya memang sulit untuk diam kalau udah ngumpul. Siang ini sepertinya ada teman baru yang ingin dia ceritakan karena ada hal yang baginya terasa aneh dibandingkan teman-teman yang sudah ia kenal. "Dia itu nggak bisa kumengerti kenapa nggak kasih ucapan selamat ulang tahun buat mamanya, aneh nggak sih?"

Matanya melirik seperti meminta pendapat juga mencoba melihat respon dari ceritanya  sementara kedua tangannya sibuk melayani kita semua, aku yang cuma senyum melihat tingkahnya.

Tidak ada nama dan ciri apa pun siapa yang dia bicarakan, siapa yang mendengar baru bisa menduga-duga tanpa kasih komentar.

Hingga tiba -tiba teman yang udah datang duluan, pertama dibuat bersuara,"Mungkin emaknya udah lansia, kagak bisa denger apa -apa so dia lebih suka memeluk dan menciumnya ketimbang ngomong juga percuma!"

Sahut tawa semua seolah membikin lega semua, kecuali yang punya cerita tiba1-tiba muncul lagi dari dapur..."..idak, Sis!". "Emaknya tuh baru dua tujuh!"

Bertambah riuh ketika penjelasan barunya  menambah dugaan baru, "Ini mama asli, maksudnya, ... teman mu yang mana, ???? Emang unit berapa?"

"Bolehkan... kalian bilang buatanku udah super layak, tasty, mantul.. apalagi tadi... berapapun umurnya tetangga baru yang di sono tuh... order buat ultah keluarganya...?

"Emang umur berapa dia?" Teman do sebelah nggak sabarnya sudah bertambah, kelihatan wajah penasarannya.

"Kalau nggak dia, kan emaknya bisa order pasti kubuatkan!" Seolah tidak mendengar pertanyaan, ... namun sebelum muncul tanya lagi... tuan rumah yang baik sudah menambahkan..

"Ini .. . cuma iseng, dia tuh baru sepuluh bulan!"

^#**@



....

....

Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja