Skip to main content

Posts

Melodi Puisi dan Harum Bunga: Sebuah Perjalanan Rasa

kata syair dan musik: bunga wangi : dari tempat tinggi langkah pelancong kini semakin jauh daratan berlalu dalam aneka sajian keindahan memanjakan mata yang menatap pen... == Di relung hati, melodi mengalun, Kata bersemi, dari sunyi yang lama .... Bukan sekadar aksara, namun rasa yang bersahutan, Mengukir jejak, di lembar waktu yang tak berhaluan. Harum bunga mewangi, di taman kenangan, Setiap kelopak, menyimpan rindu yang tak terbilang. Semerbaknya menyentuh, kalbu yang dahaga, Membawa kembali, bahagia dalam setiap asa. Puisi dan bunga, dalam irama yang sejalan, Mengajak jiwa, pada perjalanan yang mendalam. Menyusuri labirin hati, menemukan makna, Bahwa rasa sejati, tak pernah fana ...   

Baku

 seperti datang tanpa diundang masa yang menghampiri engkau terbentang sebelum penuhnya kesadaran menemukan bagian sebagai apa saja ditempatkan sebagai sisaan tidak kurang bahan pengolok jadi kebanggaan  menghibur diri menjadi bagian ketertinggalan sejatinya semua sudah tidak lagi berarti hingga mereka ingin mencari lagi keaslian sementara yang lain sudah terlanjur sayang mengartikan kemiripan bukanlah kepalsuan kunjung jauh demi mendekap sebuah bayangan karena ketiadaan sudah jauh dan berlamaan dari tetes-tetes kecil bening aliran kisah ditengah dasar bebatuan menjadi tegukan telah raib oleh susulan kebangunannya jauh dari sepotong kisah kesayangan tentang bagaimana padi emas dipilahnya menjadi bagian penamaan  akan bagaimana dirinya melembar lebarkan lukisan yang dibuat dengan sangat berat.... Jika ia memang harus ada Jika ia tidak boleh tidak ada Bukankah itu maksud yang sama Agar nama itu tidak sia-sia Seperti penjahit memutar mesin menggerakkan jarum tanpa menyentuh ...

MACAM KAMPRET

Merujuk pada apanya hingga sampai jinjingan kau hempas pada bagian terdekat hingga kini terlihat bebas.... Sebebas sayapmu menari diantara dua celah bernama ragu, tiada lain letaknya ruang ambigu... Ruang vertikal penyambung yang telah menghentikan laju jalannya arah yang dimau. Tempat yang telah kau janjikan tiada lain tempat yang masih membisu, semakin kenyal dalam hembusan dan terpaan tatkala sandingan dengan kemunculan memberikan pilihan untuk diketuk... Lewatnya malam telah  mengundangkan kemana maunya arah namun mengapa setiap langkahnya adalah menjurus pada hiperbola penggelisah.... Tiada kemunculan diri ini mendaratkan minat bagai melukis ikonik sejatinya diri seperkasa elang, menyadari bagaimana matamu berbumbu sungging senyum yang tidak lebih akan memaknainya kampret, dengan kuat alasan kau semat pada kelayakan sayap hingga kapasitas paruh yang seolah bergigi??? seruncing bambu kesinisan narasimu bagai tidak melihat kuatnya cengkeram kedua kaki tanpa pengikat. Aku dan dir...

Ambang Aku Dibawa Pada Pengertiannya

Warna yang kudapat  Saat angin keberuntungan itu Mendekatiku tiada lain adalah  Bukan wujud apa yang diberikan  Setelah semua itu berlalu  Bagaimana cara ia menunjukkan  Sebuah kepercayaan terhadap Diriku yang terkecil dan menyimpan rasa ingin tahu... Yang selorohnya itu dapat lebih dari kekuatan segala macam dendam ^😂 Bagaimana ia meramu segala macam pengikut dilentingkan dengan busurnya sampai tinggi melewati derajat setiap pasang mata yang berada hanya berdiam tatkala hanya sisa suara yang ada.... tanpa tahu lagi arah dan letak; Pembicaraan seperti angin lalu  Seolah-olah... Tiada perlu lagi  Pengaturan kapan keinginannya  Semua akan terjawab semua... Nanti, esok atau kelak ... masih Menjadi sebuah ruang penantian  🙄🐑

Satu Titik Ujung Saja

  Sebuah tanda, menanda semua ... Bagaimana bisa? Tinju dapat dikepalkan sebagai penolakan, Umpatan dan segala sebut  Buatnya yang dirundung nasib  Sangat mudah ditambahkan  Bicara tidak selalu mudah  Saat durjana bibir berangan mampu tanpa menyulut taut dendam mendaratkan sebut... Matamu melihat pilihan terbaik buatmu tidak selalu pertama tamak lalu memilih yang terbesarnya nilai bilangan bagi pemula... Memandang sekali pada satu perubahan, haruskah menguliti dada kerempeng yang kedinginan dipinggir comberan  Kini semakin lirih salsa penabuh ruang yang meriangkan gadis -gadis dahulu, tetap dijadikan ritme lenggak-lenggoknya dengan tuntunan kekinian pemilik otot belia Adab dalam kesabaran mencoba semakin dirasakan yang ikut dalam bersamanya langkah berirama sambil memaksa dirinya sendiri punya kemampuan tersenyum merasakan tarikan otot-otot agar tetap memiliki elastisitas ; Sebuah kedatangan bukan sebagai pemaksaan  Sapaannya tiada lain sebagai sebuah ...

Dalam Satu Moyang

Wajah itu telah berbentuk  Bila melewatinya ada kepastian  Akan mudahnya tangan kita meraba  Namun itu bukan mukamu  Tiada ingat harus berapa kali memutar  Hingga dapat menemukan sebagai bentuk dari keaslian  Bagian yang utama untuk dicari kembali Berlainan ibu sudah menentu kemana laku menuju  Ketiadaan akan kesamaan bapa  luput untuk dapat menamai sebagai sekandung dalam iringan temunya kata hati  Hanya sekecil arah cara moyang memberi tanda sebagai pemudah  Seperti para pengiring yang pernah disertakan pada pilihannya hingga mampu menemukan bagian tersulit itu bagi mata orang kebanyakan =:

Pengait Hati

  Asal kau tahu saja  Bukan untuk memaksamu  Cukup lihat dan dengarkan  Dengan duduk atau tiduran  Engkau sangat berarti bagiku  Meskipun sedikit yang kutahu  Kendati terbatas dapat nelihatmu  Juga hanya sekelumit mendengar Bagaimana semua itu tentang kamu  Telah tumbuh dari sana  Pengait kecil dihati ini  Terhubung mengulir bentuk ingatan tentang keindahanmu  Janji pesona jiwamu mendekati  Membentuk arah lakunya kita berdua kan bersua dalam  Destiny...atau apa pun namanya  Bagi kita esok...