Skip to main content

Peletakan

 

Uliran pada sejengkal ukuran
Begitu banyak kisah telah dirapatkan 
Inti mengeras bak endapan kerak 
Seantero jelajah diparuh malam purnama ...
sepenuh kisah dibiarkan menempati tempat terbaiknya sendiri....

Menukik sekerumun penjelajah langit 
Kepada belahan mimpi penanti
Didalam kebulatan tekat membumi 
Riuh terdengar di dalam sorak dan tawa
Turut mengisi histeria wajah -wajah...

Menjadi yang tercepat 
Menjadi yang terbaik 
Menjadi yang pertama 
Dan segala yang terindah...
Hingga jadi termahal
Seolah telah dibayarkan 
Pada masa yang terlewati...
Pencapaian dan kemenangan telah menjadi kisah panjang di setiap sudut negeri...
Juga ketahanan heroiknya digambarkan menjadi rangkai  anggunya relief dan dikumandangkan merdu musisi pendatang yang seolah -olah begitu saja menemukannya bagai cahaya inspirasi terbaru yang hidup..
Melampaui hidup di tempat tinggi  yang pernah dilanda kekeringan hingga wilayah berawa - rawa meskipun tidak senyatanya dibaurkan pada klimaks dan antinya tanpa henti oleh peracik mayapada menyuguhkan debar hiburan bagi perindu alur gayanya yang tiada pernah kehabisan cara pukau....

Setiap yang datang 
Kembali menyelipkan 
Sebuah tanya ....
Tentangnya yang tiada muncul 
Tiada henti dan putusnya ia..
Bernama bekas, disebut jejak, goresan dan apa pun yang bagai dibuang tuannya, yang katanya membanggakannya...
Hingga sanak, kawanan, dan alas tidurnya tiada luput dari dalam dan derasnya tenaga keingintahuan membuat ia seakan tetap layak ada... entah dimana dan siapa yang meletakkan dia pada tempat terbaiknya....
....
....







Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja