Skip to main content

Posts

Tanpa Bergeming

  siang itu.. engkau tanpa bergeming ketika semua berlalu kosong meninggalkan ruang memilih segar udara juga obrolan bebas mengisi setiap sudut taman tetap ditempatmu  termangu sendiri  matamu tanpa berkedip mencari yang sama sekali tidak kumengerti yang mana juga adaku yang mendekat ingin menyapa hanya saja tanpa mau mengusik ketenanganmu saat itu..... hingga tanpa sengaja sesuatu mengubah titik pandang semu meluncur dari benak.... ada pula yang kau temukan juga di dekatmu...

Bila Saatnya Tu njukkan ya!?

Ketidaksabaran itu bukan kesalahan  Semacam butuh pelatihan demikian ia kukenang,  sesaat seperti tanyamu Mengawali semua tanya dengan kata yang mengeras.."lantas kapan kita bisa ditunjukkan seperti apa ia yang memiliki...rutinitas yang..." Pintamu itu bukan mendesak tapi tampak bikin bingung.... Kita sama -sama sedang tumbuh, dan akan mengerti pada waktunya, begitu pesannya selalu membuka ruang kesadaran agar memiliki ketenangan , seperti ketika aku ingin berkenalan denganmu. Sedikit yang kutahu tentangmu, tapi wajah dan caramu bicara telah menambah penasaran hingga ingin jumpa lagi. Bahkan tidak cukup hanya diakhir pekan.... inginya setiap hari... kalau bisa. Mentah-mentah seperti lalap yang masuk dengan udang dan ikan bakar ditemani sambal sudah diperut anggap saja kebersamaan kita yang masih sedikit pengalaman menjalin hubungan ... Belum seperti jam terbang mereka yang berasam garam dan mampu menjelaskan semua peristiwa dengan gamblang. Berlainan dengan kita yang acapkali...

Bagai Sumbu

Semacam apa... Mungkinkah dalam banyak macam  Diam termangu dalam aliran.. Terasing tulang -tulang  Jauh dari tempat asalnya .... Mampukah ia bersuara  Saat kemunculannya hanya sesaat  Yang diarak kesepian malam...  langit menggelap tanpa bintang  Menyisakan dua bayang  Dibelakangnya mengusap jejak Merupa bagian wujud kesetiaan dayang  Tenaga penggetar adanya letak  Yang dijaganya memancar nyala  Saat tiba pemantik hatinya  Seutuh bulatnya  rasa mengerti .... Hingga... Derap serap dalamnya hasrat  Muncul yang tak tampak Dalam nyala baru mengisi.... Langit dilukis terang warna baru....

Lewat Batas Keterlanjuran

Ini tempat yang pernah kaumimpikan  Sedikit saja tak mampu kukatakan  Apa nyata isi hatimu bicara  Kubelai rambutmu dengan lembut  Andai saja bicara semua isi hati  Arti senyummu  Tetaplah senyuman terindah  Yang terasa telah menjadi terlanjur  Dan ini meresap dengan sangat dalam  Adalah caramu memandang keadaan ini  Bahwa kita memang untuk dipertemukan  Jauh dari batas akal sehat  Mengurungkan paksa mengurai logika cinta.

menjalar

bikin suasana  kamu sangat bisa  mulai mengenalmu  menjalarkan rasa ingin  terkadang bikin ini hati bingung  seandainya kudu jujur  diam - diem sangat mengagumimu  sejak awal mengenal  bagaimana ketegaran kautumjukkan  melewatkan banyak persoalan  yang mau tidak mau harus dilalui  sebagaimana pengertian akan jauhnya  setiap langkah menjadi isyarat... lalu menjelma seakan prasyarat  meletakkan segumpal demi segumpal  Keterbalikan dari manisnya kemudahan  Sebagai penghias panggung -panggung sandiwara.... bagi mata yang menaruh kagum  ada pada caramu itu... saat engkau menjadi  disana.... sang tuan penghuni mimbar  jauh dari bau cucur cicir keringat  barisan -barisan yang dinanti... para pasangan juga penghuni  singgah meretas langit Punta cerita  yang seakan  sangat lambat membawa rembulan... .....

Ingin Jadi Sesuatu

Setelah berjalanya Hubungan yang seperti kebetulan Diawali pertemuan singkat  Disuatu pesta malam itu.... Ia semakin jauh Tampak ingin menyelami Keinginan diri ini bahkan yang tersembunyi Lembut cara tanya dan goda Selalu saja dibuat olehnya Nampak hal ini sangat sulit Untuk dikisahkan seperti dongeng... Sesulit menemukan cara mengurai jawaban terbaik Untuk diberikan atau sekedar menanggapinya Apalagi ketika ia mengarah Akan dijadikan seperti apa hubungan ini Sesuatu bayangan yang masih ragu untuk digapai Dalam situasi sendiri saat ini untuk membuat keputusan.... yang meskipun menyenangkan tapi juga berat tanpa tahu alasan yang sebenarnya... untuk dapat bisa dikatakan

Menawarkan tanda tanya?

Ia adalah seutuhnya dirinya  Sebagai dirinya menyuguhkan  Apa yang dapat ingin ia berikan  Memberikan tawaran yang tidak berlebihan  "Apa kira-kira anda ingin santai dulu... sekalian kalau anda mau misalnya ekscrim gitu....?" Merasa mendapat tawaran menarik beberapa dari yang ada tampak menunjukkan minat, tanpa terganggu oleh suasana orang penat. "Maksudnya, anda punya menu ekstrim begitu?" Melihat jawaban yang hanya memiringkan badan sambil sedikit mengangguk angguk teman di dekat terpanggil ingin membantu, "Berarti bukan makanan ekstrim Bro! ... Anda punya icecream rasa apa?" Ternyata tanpa diduga dahinya semakin berkerut, menunjukkan obrolan yang sudah menyimpang.... Bertemu dan bertambah teman menempuh perjalanan memang sering  punya cerita yang adakalanya tak terduga. Sesaat kemudia ia mengeluarkan sesuatu dari kantong tasnya tak seberapa lama tube kecil yang tampak seperti cream itu diletakkan disampingnya, lalu tangan kananya memegang selembar tissu...