Skip to main content

Posts

sekilas

pada permukaan ia berlari cepat melintaskan kibas ada yang lain juga kesana mengekor saja pasti tertinggal ada yang lihat ada yang bergerak juga ada komentar tentu masih ada yang diam tidak lama peristiwa itu sekali muncul hangat senyumnya manis sekali lalu pergi memilih tempat dan langinya atau langitnya sendiri yang membahagiakan tentu baginya................  

layar layang

Layar yang lebar  Terang terkembang Punya cerita  Bermula dari pagi  Pagi sekali  Saat ayam-ayam itu  Selalu jujur ramai  Memberi isyarat  Tak ada yang menoleh  Kelaut lepas untuk mencari  Asal suaranya  Mereka bilang cukup didengar Nampik pula itu tontonan semua dengarkah kisah layar itu duduk semua menanti  alurnya yang berbatas  Dinding fragmen  dimudakan  Haha ha hi hi  kenyang  Ia seperti memeran SI Kabayan  Lakon yang disayang  para periang  Pesan dengan menutup tangan  Seraya rahasia meminta sambal  Batuk - batuk kecilnya seakan-akan  Mempercepat sang pelayan mendekat....
  satu dua kata bahkan anggukan menjadikan sebuah arti teman jika terasa sama dengan senyuman penyejuk.....

Rapat-Rapat

Sungguh masih membingungkan  Bila harus menalar dengan sehatnya akal  Bagaimana  harus menjalani keadaan  Sesudah memulai perkenalan  Hingga berjuang sampai berdekatan Maunya jadian tanpa bertepuk tangan  Memakai yang sebelah saja.... Membiarkan semuanya berlalu  Begitu saja.... Terdengar dari yang lain  Kisah yang terajut sulit dicari  Sepadanya makna penghias memory  Tanpa penting mengukur apalagi harus  Mwnyamakan dengan ketebalan mega  Yang hanya dilirik dari atas scooter  Enggan melihat ke atas dengan mendongak  Adakah kemungkinan yang bukan sebagai istilah probabylity terjadinya jatuh cinta kedua kalinya... kepadanya... Jika kisah yang terdengar bahwa ia telah lelah dan menutup rapat - rapat akan kemungkinan yang sempat ditawarkan tidak pernah dipandang sebagai suatu kepastian... Pertemuan demi pertemuan yang telah dilewatkan dianggap hanya kebetulan, kebersamaan demi kebersamaan hanya tidak lebih karena keadaan...

Badut-Badut Ambil Alih Jalanan Kota Peru

Operan Giring

Seruduk ala begundal kebingungan Jurus menampak seperti tak berarah Senyum mengamat lumatnya daya Eja tanpa ada belalak pada guratan Obral janji tanpa harus jadi merugi Lantang bicara itu omongan saja Sebut saja seberani omong kosong banyak mata kini memberi tenaga Kauduga bisa saja semau atau sesuka Tapi kaki menggiring dalam barisan Mereka seperti makhluk tak bertuan yang mungkin rindu didambakan Operan kisah sebuah drama bualan Jauh kau tahu arti sebuah pengakuan pastikan masih ada siksa dikesendirian itu yang tak pernah bisa kita dengar seperti saat ia masih bersama-sama melantunkan tawa ceria bernama bebas itukah bagian dari arti yang pernah kau cari....?

Canggung

Bah Apa artinya Kau ungkit derita Maksud tak jelas Arah ngelantur Nampak oleh semua Dia datang Sedingin gerimis Kiat tulus bukan mengemis Namun sinis dan curiga Istimewakah Suaramu kautinggikan Risaukah rumusmu bersulam Praduga prestasi diri Ah.... Titipkan risaumu Padanya Yang masih bisa Memberi senyum Untuk pengemis