Skip to main content

Nongkrong

apa yang ada 
di dalam benak mu 
hai kisanak 
adakah sisa keinginan 
menarik niatan pada orang 
yang ingin nongkrong 
sendiri....
tanpa menimbal jawab 
pada cengkerama senja....

Sepucuk aurat menjadi sepucuk surat
Surat cinta buat sang penipu 
Surat untuk yang selalu dirindu 
Omong kosong jadi bualan tangan 
Diatas lusuhnya kertas terpangku 
Niatan tangan tanpa bersarung 
Menggenggam sepotong pensil 
Yang telah diraut dengan hati -hati 
Perapian kecil menyisakan pantulan 
Membawa bentuk....
Dari setiap lengkung aksara 
Gambaran dari setiap aliran darah 
Juga getar nadinya....

........

cukup dan tidak cukup ada 
Di sana 
Yang bersimpuh .....
Yang terlentang....
Yang berlutut...
Yang jongkok...
Yang bersila 
.. semua sama maunya...
Memperebutkan juga...
Lembaran kertas itu 
Semakin lusuh...
Semua ingin menulis...
Kertas hanya bisa pasrah...
Pensil pun semakin tumpul....

Apalagi...
Bisa dipilih untuk dilakukan 
Cuma sisa baterai yang jadi andalan...
Memutarkan lagu yang muncul di layar tangan....

Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...