Skip to main content

Keramahan Lokal



Keramahan Lokal: Sudah umum jadi menu Keseharian orang bicara Dengan banyak kata-kata Mulai dari yang pelan dan biasa Hingga yang keras bahkan teriak...

======

Jika angan merunut
Asal yang terangkai hingga berakhir taut
Rasa semringah kata mereka menjadi larut
Jajar berpasang-pasang telinga ada
Mata penuh binar melukis artinya bahagia
Dia dan yang bersamanya memilihkan pagi terbaik
Urusan bisa semua dalam tangannya.... disatukan ....
Cuma tersenyum ia merendah sambil bilang omong kosong
"Jangan mudah percaya" menimbal ia memberi kepastian.
Tangannya lalu menunjukkan kemana 
kita 
harus lanjut
Berjalan agar mengerti apa yang semua dibicarakan
Termasuk hal-hal kecil yang banyak ditertawakan....
Oh... masih ada yang kelewatan...
Tetapi tidak mengapa itu kan cuma hiburan...
Ya.... seperti bagian omong kosong juga lah...

"Kota itu bekas hutan.....
Dari ruangannya jelas tampak keindahan
Ketika melihat kemegahan gedung-gedung megah...
Ini tempat belum bisa dibilang kota...."

Tiba-tiba seekor tupai melompat dari pohon satu
dan berpindah ke pohon lain...

"Itu dia pengerat yang lincah, di sini masih ada
Di bekas hutan itu juga ada, bahkan lebih banyak
Dan yang sangat besar ukurannya pasti ada...
Termasuk yang kata orang menjijikkan"

"Oh iya...
Kalian kesini untuk melihat yang baik-baik...
maaf jadi kemana-mana...
Sebenarnya kita bisa banyak belajar dari mereka...
ah....
masih lagi kembali ngomongin yang itu lagi..."

gerrrrr hhhh wwwkkkkkkkkk
rupanya tanpa diduga
ada yang menikmati omong kosong juga....
markilan
mari kita lanjut! ke bagian yang lain .....

Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja