Skip to main content

Asosiasi dan Asumsi

Berada di bangku belajar

Ketika dekat denganmu saat itu

Tetap saja menyisakan kebingungan

Yang kusimpan sebagai kenangan kita

Antara perasaan yang tak terungkap

Juga kekagumanmu pada dirimu

Suasana harus dapat kuterima

Bila sangat sulit untuk mengeja

Lebar dan panjangnya penjelasan

Dalam bercampurnya pembagian dan

Juga pengurangan seraya menguras logika

Paparan tentang asosiasi seperti hanya berputar

Di dalam indra pendengaran tanpa terbawa

hingga kepada pemahaman palagi memecahkan

persoalan menjadi jawaban yang bisa benar

Ada asumsi yang meringankan

Walau terkadang disebut hanya anggapan

Namun mengagumimu saat itu bukanlah hanyaa anggapan

Hingga kini pun itu tetap ada semuanya padamu

Hati dan cara pandangmu tetap saja bagai permata

Untuk banyak perkara yang harus dikerjakan ....

Namun entah dimana engkau kini

Tak tahu kepada siapa lagi harus bertanya......


Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja