Skip to main content

Apa Ngaruh?

Uniknya orang semakin hari semakin tampak

Itu dulu hanya kudengar seperti slogan...

Atau cuma sebatas pemandangan promo dan kampanya

Pada banner dan spanduk di pinggir-pinggir jalan

Berangsur sedikit demi sedikit tanpa terasa...

Kebinnekaan dan keragaman tentang

manusia itu akhirnya dapat dirasakan

dan  terasa menjadi indah

Begitu kira-kira sejak mengenalnya.....


Pernah suatu hari kucoba mencari saat terbaik

untuk mengatakan terima kasih kepadanya

karena pa yang ia lakukan sangat berarti

dan menopang kehidupan saya teman-teman

juga para keluarga yang dimiliki oleh kita....

Tanpa kuduga ekspresi yang ia berikan

Bahkan seperti lupa betul hal baik yang pernah

ia lakukan pada banyak orang?

... seperti wajahnya yang berjuang mengingat

sedikit perlahan... ia berucap " Apa ngaruh?"

I hanya menganggukkan kepala beberapa kali

dan tampak belum ingat apa yang telah ia lakukan

Tiba-tiba ia menunjuk anak-anak

yang sedang larut dalam kegembiraan bermain di pantai

"Ketika saya dalam keadaan seperti mereka, lalu saya menceburkan diri...

berenang di sana dan kemudian saya kencing di dalamnya karena males

untuk keluar dari pantai itu..., pikiran bodoh saya sudah meyakini .... kalau

asinnya samudra tidak akan berpengaruh,... tapi ini bukan saran untuk anda

karena anda akan bilang saya jorok..... he he he..."


Aah anda suka bikin saya bingung, pokoknya

saya mau berterima kasih sama anda dan anda sudah dengar

itu sudah melegakan perasaan saya.


"OK, saya juga terima kasih karena kamu juga berarti sekali bikin saya

teringat akan hal penting, kita belajar merasa bebas aja untuk melakukan hal-hal baik

seperti meluangkan waktu untuk ngobrol seperti ini,".


Yang tak disangka ternyata kekonyolannya, begitu saya namai

untuk melihat hal dengan lebih mudah ikut meringankan cara berpikir

banyak orang yang ada di sekitarnya; daripada mengumbar emosi

secara berlebihan dan tidak menyehatkan...........

Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja