Skip to main content

Penyam edited

Saat ini di tengah malam yang sepi sekali
sangat sunyik bisa kusebut begitu...
tanpa terdengar suara kendaraan
raung-raung knalpot yang 
tidak jarang dapat menjadi
kebanggaan manusia modern
sebagai salah satu pelebelan dirinya
juga yang menjadi tungganngannya
melaju dengan cepat kesana-kemari
menuju tempat-tempat yang menguntungkan
atau wilayah-wilayah yang menjanjikan
semuanya terasa sunyi sekali
semua lalu-lalang itu tidak ada....
sunyi itu ditambah lagi tanpa penerangan
yang pernah kurasakan sebagaimana ditempatmu,
mungkin yang selalu terang baik malam atau siang
Mungkin bagimu mencekam dan menakutkan....

Meskipun bukan seorang penulis handal
apalagi seorang editor terkenal
yang dapat memberimu kabar dengan sangat menarik
kucoba saja huruf demi huruf kurangkai biarlah menjadi kata
agar kata-kata itu bisa menyatu layaknya kalimat-kalimat.
Harapan kecil semoga kalimat itu sampai kepada dirimu.

Teruntuk yang mengeluh, atau merasa gagal. merasa tidak berdaya
dan tidak memiliki kemampuan  cukup atau memadai untuk berbuat sesuatu yang berarti.
Merasa kurang berarti karena hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang merasa direndahkan oleh teman atau sebagian kalangan.
Untukmu yang yang ingin diam sendiri sesaat, melihat diri tanpa siapa-siapa kecuali cermin yang bening dan tanpa dusta memantulkan gambaran yang sedang dicari. Kerinduan menapaki pilihan atau keputusan kecil melangkah dengan keberanian yang dihidupi oleh tanpa rasa takut apa pun setelah hati membaca, mengukur kebenaran semampu dalamnya hati menimbang.
Juga untukmu yang yang sedang ingin memiliki keberanian namun enggan berbicara kepada orang lain, namun ingin meraih hak itu sendiri seperti hakmu menghirup udara bebas yang segar tanpa batas yang telah disediakan semesta bagi kita. 
jauh dari peruntukan ketika tinta ini tertuang untukmu yang telah menjadi pribadi yang sukses, tahu segalanya dan juga memiliki segalanya. Sama sekali ini bukan untuk anda sahabat.

Ribuan mil berapa jauhnya, aku tidak menghitung lengkah yang telah kutempuh. hingga berada di tempat seperti ini. Tempat yang hari demi hari membuatku semakin kuat secara fisik. tempat ini menempa lahir batin hingga bertambah sedikit demi sedikit, apa itu artinya hidup, setidaknya menurut diriku sendiri dulu. Tidak mudah mendengar anggapan orang yang mencibir ditambah aneka banyak komentar tentang semua itu. Sedih dan meronta di awal dan bahkan terkadang ingin membalas dengan komentar yang serupa. Itu semua tidak ada huungannya dengan jumlah uang yang harus keluar di sini, untuk sendiri atau banyak orang yang juga sama-sama mencari arti kehidupan. tempat in mengajari banyak kekuatan rasa lapar dan dera alam yang begitu keras untuk semakin mengerti bagaimana harus bertahan.  Seberapa lama harus di sini pun tidak pernah mudah bagiku membuat jadi tertulis dalam  agenda-agenda yang harus dikerjakan. Sangat jauh berbeda melakoni dengan ketika berada ditempat yang sudah maju, modern dan penuh ketertiban. Namun tidaklah menyulitkan apalagi memberi beban apalagi bila dibandingkan dengan beban untuk bertahan mendapatkan makanan. Untuk bisa makan tidaklah sebagaimana di tempat kita yang hidup dalam penuh kecukupan. Bisa makan terkadang sudah seperti pesta yang sangat menggembirakan. Tak pernah untuk sempat mendapatkan hidangan yang istimewa, sperti jenang yang jadi sajian khusus saat hajatan, atau hari raya, serundeng dalam lemper dan sejenisnya yang menyenangkan dan mengenyangkan.

Hari demi hari yang terlewati bersama semua sahabat di sini tetap bagiku bagian terindah dapat melewati dengan banyak kegiatan berarti bagi orang lain dan membuat diri tetap sehat. Sangat berharap tidak ada teman yang ingin bertanya dengan gegabah berapa keuntungannya. betul tidak usah malu jika ingin bertanya, karena dibagian awal telah kukatakan menjadi semakin sehat dan mengerti arti kehidupan adalah keuntungan utamanya; dan itu tidak bisa saya jawab begitu saja jika pertanyaannya adalah berapa banyak, karena menurutku itu tidak sudah terhitung. Coba kalau masih ragu, tanyakan kepada mereka yang putus asa dan nekat gantung diri, padahal hidup mereka sangat jauh lebih layak dari kehidupan di sini... bukankah orang-orang seperti itu belum tahu cara bersyukur? Apalagi dikatan sempat mau belajar arti kehidupan. Yakinlah arti kehidupanmu dan kehidupanku juga bertambah terus hari demi hari semakin kita memiliki rasa syukur dan membagikan rasa syukur itu dengan berbagai caraya yang dimuliakan Tuhan Yang Maha Esa.

Saya belum pandai untuk menutup sebuak tulisan dengan kalimat-kalimat yang baik, layaknya para penulis profesional kecuali mengucapkan terima kasih untukmu sahabat yang mampir ke tempatku yang sunyi ini.


Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja