Skip to main content

Bisa Santaikah?



Lambung 

Telah kau lempar tinggi 
Diterima 
Dengan kepala 
Untuk dipindahkan




Diolah dengan cerna gigi 
Dikecap lidah 
Ditelan dengan lahap 

Sudah lagi 
Tambah hingga kenyang 
Ludes dibilangnya habis 
Katakan dengan jelas 



Tak sekelas wujud 
Yang ada dipenghujung 
Hasil disebut dengan
Sebuah nama 

Lambung telah berulang 
Dalamnya asam cerna 
Mengeruk hasil berjonjot 
Lunas kisah perjalanan 

Bola -bola digiring lincah 
Seringan angin membubung 
Gawang penantian berjaga 
Tanda berbicara ditiang-tiang 

Menawar perempatan berlampu 
Hingga simpang tiga mewarna arah 
Tanda panah menajamkan arah 
Yang dituju gawang berjaga 
Sarung tangan memberikan sekat 
Bukan hanya untuk kekotoran permainan 

Dibalik sebuah maksud 
Tersemat dibalik bungkus 
Darinya yang memapar arti 
Sanjung yang memberi topang 
Tanpa mengumbar diatas tikar bergelar 
Dalam sambut dan peluk bumbu kelakar 





Comments

Popular posts from this blog

LamBat STel

Sangat menyari  Aku bukanlah seorang penari  Latar belakangku bukan penari  Pun sebagai seorang penari latar  Namun sangat mengagumi mereka  Yang memiliki kemahiran akan ini  Terkadang juga mudah larut  Dalam sajian musik yang indah  Sesekali juga mengikuti nyanyiannya Apabila memang terasa pas dihati  Tak juga perlu sembunyi meskipun... Jauh dari nyaringnya botol kosong  Juga untuk apa malu jika seperti batu  Yang dilampar dan terjatuh hasil suaranya... Anggaplah seperti nikmatnya  Dengan, ngegym  dan olah tubuh dan disinilah ia mulai kukenal.... Darinya juga aku mulai belajar.... Biar aja dibilang basi atau cuma bisa ikutan doang....

Sambil Lewat

sambil lewat tidak mengatakan jika yang penting lewat dan menidakpentingkan yang disambil ia hanya kebetulan peristiwa yang sudah diduga se[perti olahraga ada rasa suka juga hati jadi gembira keringat tidak dalam cerita namun ia tidak bicara bahwa deirinya nyata sebagai pelengkapnya keadaan tubuh yang bahagia , Seolah sudah lama  Tidak kunjung sampai  Adakah yang dapat ditanya Tidak berselang jam Ternyata ada juga, ia tampak serius  Mengamati dedaunan di kebunnya... "Maaf paman, saya belok ke sini mau tanya  apa ini mengganggu?" Kucoba memberanikan diri. "Datangmu tidak mengganggu, apa yang bisa saya bantu?" ternyata terdengar suaranya lembut dan wajahnya menggambarkan orang ramah. Obrolan demi obrolan tanpa terasa berlangsung begitu saja, hingga informasi yang ingin kupastikan akan rute pilihan melewati sini pun sudah tepat. Terimakasih tiada tara akan peristiwa itu bukan karena mendapat pengakuan hingga petunjuk saja, karena sadar bahwa tidak sia -sia sudah melewa...

Apa Dapat

Mengingat banyaknya cerita  Yang diutarakan olehnya  Sulit dan nyata begitu sulit  Harus mengulanginya  Dengan runut  Meskipun ini  Sama sekali bukan untuk  Mengatakan tidak ada yang diingat  Namun setidaknya Ada... ya ada.. gitu aja