Skip to main content

Posts

Merambat

Secepat itukah? Kening itu menjawab Namun mimiknya dipenuhi Keingin tahuan oleh kejutan Arah bicara belia yang berhadap Pelantun cinta yang ingin segera Berucap isi hatinya dengan segera Ia beranjak perlahan Menuju sudut beranda Lalu membelai dedaunan Yang tumbuh di dekat anggrek Bibir manisnya mengucap lembut Tentangnya yang telah lama tumbuh Terus-menerus tanpa ia tahu seberapa Cepat ia telah merambat dengan lebat Ia mengalir bersama - sama dengan semua Keadaan yang tumbuh dan membesar Tanpa pernah ia melihat dan mengamat Dalam kejelian ukuran yang dapat terungkap utuh oleh kata -kata jika harus segera menjawab semua tanya itu.

"Penuh"

Karena diisi Tidak diambil Tidak juga bocor Atau tanpa dikurangi Ditepati pada waktunya Tidak diingkari Tidak dialihkan Atau ditunda janjinya Mengingkar artinya memutuskan beda Menentang bentuk Yang tadinya tampak Tak ada wajah lagi

"Terkena"

Menamai ia yang datang Sudah ia berada Sudah menyentuh Permukaan yang tampak Hingga mengena sebuah kata.

Menjauh

Bahasa cinta sepasang mata Lembut mendekat bertanya diam Untuk bisa didengan dan mengerti Diam telaahnya untuk tanpa keriuhan Kelantangan yang mengusik kebersamaan Baginya suara yang ditawanya Tak harus memecah Tak harus memcah perhatian khalayak Walau ia tak mennyangka jika Ia harus mundur dan kembali Pada tempat ia harus berada Lalu baru bicara tentang maksudnya Sadar ada di belakang Tentang dasyat keajaiban cara Usai pendnar dari ukara Sebut pada utuhnya maksud Usai ia harus menjauh kembali Untuk mendekatkan maksudnya.

Ketika Melihat Engkau

Ketika Melihat Engkau : Tertegun Diam tanpa bayanganmu Harus bicara Kugambar dikertas kecil Kucoret corat sketsa arah Lompat kecil jari-jari Menutup ra...